Erra Fazira Dikatakan Bermusuhan Dengan Laudya Cynthia Bella!? Ini Penjelasan Sebenar Erra Yang Mengejutkan Engku Emran Dan Netizen… Mengejutkan!

POSTED O

 

 

KEAKRABAN di antara pelakon Erra Fazira dan aktres Indonesia iaitu Laudya Cynthia Bella sering mendapat perhatian daripada peminat kedua-dua selebriti terkenal itu.

Erra atau Fazira Wan Chek, 44, berkata, dia ikhlas menjalinkan persahabatan dengan isteri kepada bekas suaminya, Engku Emran itu dan dia tidak mempunyai sebarang sebab memusuhi wanita itu.

“Saya seikhlasnya menjalinkan persahabatan Laudya malah saya tidak pernah rasa kekok apabila bersamanya.

“Dia bukan berasal dari Malaysia dan saya letakkan diri saya ditempatnya. Kalau saya tinggal di Indonesia pun saya juga harapkan orang terima saya dengan baik.

“Saya juga ikhlas menerimanya sebagai ibu kepada Alesya dan perlu menjaga silaturahim demi matlamat menjaga dan mendidik anak kami,” katanya.

Alesya bersama Laudya dan Erra.

Erra dan Engku Emran sebelum ini berkahwin pada 25 Oktober 2007 sebelum mereka bercerai pada 18 Februari 2014.

Mereka dikurniakan seorang anak perempuan iaitu Engku Alesya yang kini berusia 9 tahun.

Engku Emran kemudiannya berkahwin dengan Laudya dalam sebuah majlis tertutup di ibu negara pada 8 September tahun lalu.

Sementara itu, Erra juga menegaskan dia juga tidak mempunyai sebarang masalah dengan Engku Emran dan sentiasa mendoakan yang terbaik buat bekas suaminya itu.

Malah kata Erra, dia bersyukur Engku Emran dipertemukan dengan Laudya kerana wanita itu turut menerima anak mereka dengan baik.

“Saya tiada masalah dengannya malah kami berpisah secara baik.

Erra dan Laudya bersama Engku Emran.

“Saya sering doakan dia bertemu dengan seseorang yang baik selain dapat menyayangi anak kami seadanya dan Alhamdulillah sekarang sudah ada,” jelasnya.

Dalam pada itu Erra mengumumkan dirinya baharu saja bernaung di bawah syarikat pengurusan artis, MindOrder Management bermula bulan ini.

“Selama 25 tahun menceburi bidang seni, ini adalah pertama kali saya bernaung bawah sebuah syarikat pengurusan.

“Saya teruja untuk menyertai mereka kerana beberapa perancangan besar yang disusun untuk kerjaya saya tahun ini. Malah, mereka juga membantu dalam penjenamaan dan produk saya,” katanya.

Selain Erra Fazira, syarikat berkenaan turut menguruskan beberapa artis lain antaranya Fasha Sandha, Nadzmi Adhwa, Nazrief Nazri, Elvina Mohamad dan Eyka Farhana.

Sumber : mstar

 

.

Tingkat perhatian masyarakat jepun terhadap kebersihan dan keamanan makanan dapat dikatakan sangat tinggi. Begitu masyarakat merasa bahwa sebuah restoran atau rumah makan tidak mencapai tingkat standar tertentu, mereka bisa langsung melakukan pemboikotan atasnya. Alhasil, restoran atau rumah makan itu pun akan langsung bangkrut dalam waktu singkat, sama seperti sebuah restoran pizza yang satu ini.

Pada bulan Agustus 2003, beberapa karyawan wanita sebuah restoran franchise terkenal “PIZZA-LA” di Jepang mengambil beberapa foto dengan pose mengejutkan yang bertempat di dalam restoran tersebut. Ada yang sedang bermain-main di dapur, ada yang masuk ke dalam lemari pendingin, ada yang duduk di dalam bak cuci sambil memegang pisau, dan bahkan ada yang sampai menempelkan adonan di wajahnya.

Setelah mengambil foto-foto itu, mereka malah mengunggahnya ke Twitter. Siapa sangka foto-foto tersebut langsung menimbulkan kegemparan karena dianggap tidak pantas. Banyak orang kemudian menyampaikan kritik lewat telepon.

Akibat semakin banyak orang yang mengajukan kritik, PIZZA-LA Corporation segera mengeluarkan permintaan maaf secara resmi dan langsung menutup cabang tersebut.

Tapi, apakah dengan begitu semuanya selesai begitu saja? Ternyata tidak sesederhana itu! Masyarakat Jepang tidak puas dengan hanya sebuah permintaan maaf. Akhirnya, tiga tahun setelah kejadian itu, manajemen PIZZA-LA mengumumkan kebangkrutan dengan hutang sebesar 240 juta Yen (sekitar 24 milyar rupiah).

Siapa pun tidak akan pernah menyangka bahwa ulah beberapa karyawan wanita di cabang bisa mengakibatkan kebangkrutan perusahaan pusat. Terkait berita kebangkrutan ini, masyarakat Jepang bersimpati kepada semua karyawan perusahaan yang tiba-tiba kehilangan pekerjaan dan masyarakat menuntut supaya perusahaan tetap membayar kompensasi penuh kepada bekas kayawannya.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa di jepun, jika ada perusahaan yang terlibat skandal maka tidak akan pernah bisa mendapatkan citra baiknya kembali.

Ternyata kasus ini bukan merupakan kasus pertama yang terjadi di Jepang. Di sebuah supermarket terkenal “Lawson” di Jepang, ada seorang pria yang difoto dengan pose berbaring di dalam kotak pendingin es krim. Hal tersebut langsung mendapat kecaman publik dan pihak kantor pusat langsung mengeluarkan permintaan maaf secara resmi lalu menghancurkan semua es krim yang ada di sana.

Selain itu, foto seorang pegawai restoran pizza di Jepang yang menempelkan adonan pizza ke wajahnya juga sempat membuat publik marah dan sebagai akibatnya restoran pizza tersebut pun ditutup.

Dari kejadian-kejadian di atas kita bisa melihat dengan jelas bahwa masyarakat Jepang sangat memprioritaskan kebersihan makanan. Jika melakukan sedikit kesalahan saja, maka masyarakat akan melakukan pemboikotan secara bersama-sama.

Sumber: Looker

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here