Pelajar curi dan jual barang kemas ibu angkat untuk sara teman lelaki


SEORANG pelajar didenda RM12,000 oleh Mahkamah Majistret Melaka semalam selepas disabit kesalahan curi dan jual barang kemas ibu angkatnya bernilai RM 5,305 demi sara teman lelaki.

Memetik sumber, tertuduh yang berumur 20 tahun itu mengaku bersalah atas ketiga-tiga tuduhan iaitu membantu menyembunyikan barang-barang curi sejurus pertuduhan dibaca jurubahasa di hadapan Majistret Norina Maludin.

Bagi pertuduhan berkenaan, Nurul Aqilah Abdullah didakwa melakukan kesalahan tersebut mengikut Seksyen 414 Kanun Keseksaan.

Ia melibatkan kesalahan menjual dua utas rantai leher masing-masing berharga RM605 dan RM3,450 serta seutas gelang bernilai RM1,250 di mana kesemuanya berjumlah RM5,305 milik ibu angkatnya, Zalina Ramli.

Tertuduh mengaku melakukan semua kesalahan itu di Tajung Jewellers Enterprise pada 4, 8 dan 10 April antara jam 9 pagi dan 5 petang sekitar tahun ini.

Berdasarkan fakta kes, pada 24 Jun lalu, ibu angkat tertuduh menyedari beg barang kemas yang disimpan dalam laci telah hilang sekali gus menyebabkan wanita itu bertanya kepada anaknya.

Aqilah mengaku telah mencuri dan menjual barang tersebut di sebuah kedai emas bagi tujuan menyara kehidupan diri dan teman lelakinya.

Susulan kejadian itu, wanita berusia 40 tahun itu segera melaporkan perkara tersebut kepada pihak polis.

Tertuduh dan teman lelakinya, Muhammad Aidil Japri berjaya ditangkap oleh polis di rumah pangsa Seri Kubu, Jalan Kampung 4 pada 8 September lepas.

Sumber berkata, Aqilah kemudiannya membawa pihak berkuasa ke sebuah kedai barang kemas di mana lokasi tertuduh menjual barang kemas milik Zalina.

Setibanya di lokasi, pemilik kedai berkenaan iaitu Kang Hok Eng kemudiannya menyerahkan 9 salinan resit jualan dan memaklumkan bahawa barang itu telah dicairkan dan dijual.

Timbalan Pendakwa Raya, Mazuin Hashim mohon hukuman setimpal dikenakan kepada Aqilah sebagai langkah pencegahan dengan alasan tertuduh sudah berulang kali melakukan kesalahan tersebut.

Namun, Aqilah merayu agar hukuman diringankan dan dibenarkan hakim yang menetapkan hukuman denda sebanyak RM4,000 bagi setiap pertuduhan atau penjara 6 bulan sekiranya gagal membayar denda tersebut.

Sementara itu dalam satu perbicaraan yang berasingan, tertuduh dilaporkan mengaku tidak bersalah terhadap empat pertuduhan di bawah seksyen yang sama atas kesalahan menyembunyikan barangan curi di hadapan Majistret Muhammad Firdaus Saleh.

Tertuduh bagaimanapun mohon dibicara terhadap tuduhan membantu menyembunyikan barangan curi dengan cara menjual di mana kesemuanya berjumlah RM8,798.

Aqilah didakwa melakukan kesalahan berkenaan di lokasi yang sama di antara jam 9 pagi pada 16 Mac dan jam 7 petang pada 25 Mac tahun yang sama.

Majistret Muhammad Firdaus kemudiannya membenarkan bayaran jamin sebanyak RM8,000 untuk kesemua pertuduhan dan menetapkan 7 Disember depan sebagai sebutan semula kes.

Setakat ini difahamkan, kedua-dua denda dan ikat jamin tidak dibayar. – MYNEWSHUB.CC/AM

Sumber : sayangawak.com

Post navigation

IBU MERTUA INI MENYURUH MENANTUNYA MENABUR BERAS SETIAP HARI DIJALANAN ITERNYATA ALASANNYA SANGAT MENGEJUTKAN


Terkadang ibu mertua itu bisa jadi musuh yang paling ditakuti oleh sang menantu, tetapi terkadang ibu mertua juga bisa menjadi ibu yang kedua bagi sang menantu. Hari ini Cerpen ingin share satu cerita yang walaupun agak panjang tetapi sangat mengharukan; ada seorang wanita berusia 25 tahun yang menikah dengan seorang pria berusia 27 tahun, mereka berdua hidup dengan sangat susah karena mereka sangat miskin.

Bagi mereka, untuk melahirkan seorang anak laki-laki bukanlah hal yang gampang. Karena perawatan yang kurang baik, kedua ibu dan anak ini berada dalam kondisi yang membahayakan ketika sang ibu akan melahirkan. Sang ibu mertua pun ingin supaya menantunya bisa selamat, tetapi untungnya dokter yang menangani mereka sangat pintar sehingga kedua ibu dan anak ini bisa selamat.

Ketika sang anak ini sudah berusia 10 tahun, sang ibu hamil lagi dan kondisi yang dialaminya masih sama seperti ketika dia mengandung anak pertamanya. Karena penyakit yang dialaminya masih belum sembuh total dan efek yang dialaminya setelah melahirkan sang anak pertama masih tetap ada, ibu ini pun harus menerima kenyataan bahwa dia akan sulit melahirkan anak keduanya.

Sang mertua dan suami pun berusaha membujuk sang istri untuk mengaborsi anak keduanya, tetapi sang istri tidak mengindahkannya. Dia memutuskan untuk melahirkan anak keduanya, walaupun sang dokter telah mengatakan bahwa dia

terkena kanker serviks dan tidak bisa hidup lebih dari 40 tahun. Semenjak tahun lalu, sang ibu mertua menyuruh menantunya untuk menabur

beras di jalanan, dan ketika ditanya untuk apa, sang ibu mertua tidak mengatakan apa-apa selain bahwa itu baik untuk kesehatannya. Sang menantu ini pun tetap melakukannya selama setengah tahun sampai pada suatu malam, ketika si menantu sedang menaburkan beras di jalanan sesuai dengan perintah sang mertua, dia bertemu dengan tetangganya.

Ketika tetangganya melihat sang menantu menaburkannya, dia pun bergumam tidak jelas sampai pada akhirnya sang menantunya menghampirinya dan bertanya langsung kepadanya. Tetangganya ini pun langsung berkata, “Ibu mertuamu itu orang yang baik, beras ini pasti langsung dia berikan kepadamu kan?” Sang menantu pun menganggukkan kepalanya, “Kamu tahu gak kalau menurut cerita nenek moyang, nabur beras di jalanan ini merupakan salah satu cara untuk meminjamkan nyawa. Kalau ada orang yang dengan senang hati memberikan beras hasil rendamannya sendiri kepadamu untuk kamu taburkan di jalanan, itu artinya orang yang memberikan beras itu sedang meminjamkan nyawanya untukmu.”

Setelah mendengar perkataan tetanggannya ini, si menantu ini pun sangat kaget hingga meneteskan air matanya. Ibu mertuanya benar-benar orang yang sangat baik. Sejak ibu mertuanya tahu bahwa menantu menderita penyakit kanker, setiap pekerjaan rumah dikerjakan oleh si ibu mertua setiap hari sehingga sang menantu pun bisa beristirahat dengan baik di rumah. Dan sekarang sang ibu mertua menggunakan cara ini supaya sang menantu bisa tetap bertahan hidup. Walaupun cara ini terlihat seperti cara yang tidak masuk akal, tetapi bagi para petani seperti ibu mertuanya ini, ini adalah cara terbaik yang bisa dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa menantunya.

Sumber: infoviralterbaru

Sumber : viralgempak.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here