Sedang duduk seorang diri di bawah jambatan pukul 5 pagi dah. Datang ABG Motor dan ‘SESUATU’ berlaku..

Ramai antara kita pasti akan mengeluh di mana tiba-tiba kereta yang kita pandu seorang diri jam 5 pagi rosak, pasti ada yang geram dan pasti ada yang tidak berpuas hati sebelum menghubungi pihak lebuhraya atau rakan-rakan untuk bantuan.

Namun, begitu berbeza bagi seorang ustaz ini, kereta yang rosak dipandunya jam 5 pagi baginya adalah satu rahmat, kenapa ianya satu rahmat, jom baca apa yang ditulis oleh Ustaz Ebit Lew ini.

Rahmat Allah. Pagi-pagi ini Allah takdirkan kereta saya, semasa di lorong kanan terlanggar ada besi tengah jalan di plus nkve. Mungkin besi dari mana-mana kenderaan besar agaknya.. Tangki minyak pecah. Saya terus berhenti. Syukur nampak minyak keluar lepas tu dah habis. Niat nak hantar mak ayah mertua ke klia. Terima kaseh Al Faqir Azri Aziz sanggup secara mengejut datang pagi-pagi ini hantarkan mak ayah mertua ke klia. Syukur pada Allah.

Sedang duduk seorang diri di bawah jambatan pukul 5 pagi dah. Seorang abang naik motor berhenti. Dia tanya kenapa. Saya jawab Allah sayang. Dia beri rahmat tangki minyak dah pecah.

Katanya, tadi saya laju juga di kanan. Tak perasan pula. Jawab saya, alhamdulillah saya yang langgar. Saya senyum dan kata padanya. Baik Allah. Sayang Allah. Saya tengah tunggu apa rahmat Allah nak beri. Yang pasti dosa diampunkan dengan musibah begini. Tapi saya dah baca doa keluar rumah. Dan solat 2 rakaat. Dia beri musibah kecil asbab elakkan kita dari musibah yang lagi besar.

Abang tadi tiba-tiba sebak. Saya tanya kenapa. Jawabnya aku dah lama hilang percaya pada tuhan. Kau duduk tepi jalan kereta rosak tapi kau kata Allah baik. Kau puji dia. Aku dah lama tak solat. Aku tak percaya dia..

Kenapa tak puji dia. Siang malam dia jaga saya. Saya bukan seorang diri di sini. Allah bersama saya. Macam mak ayah melihat anak dia belajar berjalan walau jatuh. Mak ayah bahagia lihat anaknya jatuh kerana anaknya sedang berusaha kuat. Sambil senyum dia tengok anak kecilnya. Allah Maha Penyayang. Sayang kita jauh lebih dari ibuayah sayang pada anaknya.

Abang tahu tak bila tengok abang datang tadi saya kata inilah jawapan kepada musibah saya hari ini. Allah sayang abang. Abang nampak orang tepi jalan abang sanggup berhenti dan duduk sini.

Sedangkan abang dah nak pergi kerja. Allah takdirkan kereta saya rosak supaya dapat jumpa abang. Sebab Dia sayang abang. Dia nak suruh kita puji dia tepi highway nie.

Sejak saya belajar kenal Allah saya bahagia. Rasa tenang..jaga solat awal waktu dekat diri pada Allah. Tak lama kita akan balik pada dia..di mana pun kita. Siapa pun kita, tak lama kita akan balik pada Dia..

Dia menangis. Ya Allah dah lama saya tak solat. Semenjak isteri saya lari dengan orang lain. Ya Allah..Sebut Allah pun saya dah tak nak. Saya sebut tuhan jer.

Takper abang. Allah sayang abang. Dia maha pengampun. Dia Maha Baik. Dia tengah tengok kita sekarang.

Ya Allah jadikanlah kesusahan sikit-sikit ini jadi asbab hidayah buat peserta keluarga sunnah sabtu ini. Ramai yang datang dengan harapan ingin bahagia dalam rumahtangga. Pasti ilmu Al-Quran dan Hadis dan kehidupan para sahabah rhum memberi kesan bahagia yang hakiki.

Ketenangan dan penyejuk mata.. Jika konsert lalai pun buat ramai orang terpengaruh. InsyaAllah saya yakin keluarga bawa sunnah pasti bahagia. Bercinta semula. Ya Allah yang ada masalah rumahtangga bantulah selesaikan dan berilah mereka bahagia sampai syurga. Berkati majlis keluargasunnah di MatradeKl. – Ebit lew

Ini Doa Nabi Muhammad Ketika Ditimpa Musibah
Di dalam Al-Quran, Allah SWT berfirman,
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
“Pasti kami akan menguji kalian dengan sesuatu ketakutan dan kelaparan serta kekurangan harta, jiwa dan buah. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: ayat 155).

Dalam kehidupan ini, seseorang tidak akan terlepas dari keadaan senang dan sedih. Senang bila mendapatkan karunia nikmat dan susah bila tertimpa musibah. Permasalahannya, bagaimana kita dapat menguasai diri pada saat kita dihadapkan suatu musibah.

Datangnya suatu musibah itu suatu keniscayaan tidak bisa dihindari. Seperti dalam ayat di atas, ada macam-macam musibah. Mulai rasa takut karena ancaman pihak lain atau karena kelaparan karena susahnya memperoleh bahan pokok makanan, sampai kepada kehilangan harta, jiwa dan berbagai kepentingan duniawi

Allah SWT mengajarkan kepada kaum beriman apabila terkena musibah agar memperbanyak kesabaran dan shalat. Allah SWT berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah : 153).

Ayat tersebut mengisyaratkan kita agar tetap sabar menjalankan perintah Allah SWT, sabar dalam meninggalkan larangan Allah SWT, dan sabar dalam menerima takdir dan ketentuan Allah SWT. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa Nabi SAW apabila dihadapkan pada suatu masalah maka beliau segera shalat. (HR Abu Dawud dan Ahmad dari Hudzaifah bin Yaman).

Beliau pun mengajarkan umat Islam jika terkena musibah agar berdoa kepada Allah SWT seraya berkata, “Ya Allah SWT, berilah pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah dengan yang lebih baik darinya”, dengan begitu, “niscaya Allah SWT akan menggantikannya yang lebih baik” (HR. Ahmad).

Suatu kali Ummu Salamah tertimpa musibah dengan kematian suaminya tercinta Abu Salamah. Saat itu Ummu Salamah teringat pesan Nabi SAW agar berdoa bila tertimpa musibah. Dia mengucapkan doa itu: “Ya Allah SWT, berilah pahala atas musibah yang menimpaku dan gantilah dengan yang lebih baik daripadanya”. Di samping itu, Ummu Salamah percaya bahwa sebagaimana Rasulullah SAW berkata akan diganti dengan yang lebih baik.

Tapi Ummu Salamah bertanya-tanya, “Siapakah yang lebih baik dari suamiku Abu Salamah?” Ternyata setelah masa iddah-nya habis, Rasulullah SAW meminangnya. Maka Ummu Salamah semakin yakin bahwa Allah SWT betul-betul telah menggantinya dengan yang lebih baik yaitu Rasulullah SAW. Semakin seseorang kuat imannya, ujian dan musibah semakin banyak.

Umat Muslim diajarkan agar jika terkena musibah segera mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun (kita milik Allah dan akan kembali kepada Allah). Sebagian ulama salaf berkata: “Segala musibah yang menimpa diri kita, pada hakekatnya ringan, selama musibah itu tidak menyangkut keutuhan agama kita”.

Sumber: reportaseterkini.net

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here